
Pagi cerah pada Senin (13/7), tampak berbondong-bondong siswa berseragam SMP memasuki sekolah SMAS Katolik Untung Suropati Krian. Akrabnya, dikenal dengan SMAKUSKA. Calon siswa laki-laki dan perempuan menggunakan atribut lucu berwarna-warni. Mereka sedang menjalani kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026.
Masuk gerbang pelataran sekolah, para calon siswa disambut senyum ramah bapak dan ibu guru serta siswa panitia MPLS. Setelah mengisi administrasi kehadiran, para peserta berkumpul mempersiapkan diri mengikuti upacara pembukaan kegiatan MPLS tahun ini. Pembukaan kegiatan ditandai dengan diterbangkannya burung-burung. Menurut Kepala Sekolah, John Frans Ario Birowo, S.Pd, pelepasan burung sebagai simbol melepas masa lalu kehidupan anak SMP dan memasuki fase baru di jenjang yang lebih tinggi dengan harapan dan cita-cita yang diiringi dengan doa.

Bertema βGlow Up Bersama SMAKUSKA: Gen Z yang Bersinar, Beriman, Bersikap Benar di Era Digitalβ, hari pertama peserta diajak saling mengenal sesama peserta melalui serangkaian permainan. Sedangkan kegiatan Wawasan Wiyata Mandala, peserta dikenalkan dengan visi dan misi sekolah serta nilai karakter yang dihidupi, terinspirasi dari kebaikan Santo Yohannes Gabriel Perboyre sebagai santo pelindung. Diharapkan siwa merasa aman dan nyaman di sekolah, bahkan dapat meraih prestasi. Tak hanya itu, sosialisasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembiasaan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun) juga menjadi warna dalam proses kegiatan hari itu.
Tak lupa, di hari kedua ada pengenalan Dimensi Profil Lulusan SMAKUSKA. βDikenalkannya Dimensi Profil Lulusan mengacu pada Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025, tentang standar kompetensi lulusan. Harapannya siswa menjadi pribadi yang beriman, mandiri, menjadi warga negara yang baik, berpikir kritis, mampu bekerja sama, kreatif, memiliki fisik dan menal sehat dan mampu berkomunikasi dengan baik. Tujuan besarnya siswa dapat mampu mengejawantahkan cita-cita pendidikan Indonesia.β Pak John melanjutkan penjelasannya.


Polsek Krian juga ambil bagian dengan penjelasan Isu Kenakalan Remaja di hari ketiga. Membahas isu relevan saat ini, Duta Anti Narkoba Sidoarjo setia hadir dengan kampanye bahaya napza dan HIV AIDS. Hari keempat peserta MPLS fokus berinteraksi bersama teman melalui simulasi Kertas Kusut dan Perisai Kelas. Tujuannya membangun kesadaran, menumbuhkan empati, mendorong keberanian dan menciptakan kelas yang berkomitmen sebagai zona aman berlandaskan budaya salam, senyum, sapa, sopan dan santun. Semua peserta aktif, suka cita dan antusias dalam mengikuti rangkaian acara MPLS Ramah. Hingga hari keempat, para peserta masih bersemangat.
Sesuai dengan tujuan dari tema, kegiatan ini membantu peserta didik baru mengenal lingkungan SMAKUSKA sekaligus membentuk karakter gen z yang unggul, beriman, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi pribadi yang bersinar dalam prestasi, sikap, dan pelayanan.
Puncak kegiatan MPLS Tahun 2026 diramaikan dengan pentas penampilan kreativitas seni. Para peserta unjuk kekompakkan mempersembahkan penampilan terbaik. Tampaknya peserta MPLS tahun ini didominasi seniman-seniman muda. Terbukti saking kerennya penampilan tiap kelompok, juri harus memutuskan dua kelompok sebagai pemenang penampilan seni, yaitu penampilan musik band dari Kelompok 6 dan tari modern dari Kelompok 8.
Pemberian hadiah bagi pemenang merupakan penutup dari sepekan kegiatan Masa Pengenalan Sekolah di SMAS Katolik Untung Suropati Krian Tahun Ajaran 2026-2027. Bersinar .(*nit)







Beri Komentar